Permainan Teka-teki Butuh Logika

Maka yang kamu lakukan ketika waktu senggang untuk orang memilih menghabiskannya untuk bermain game. Beberapa orang suka bermain game klasik seperti mengisi TTS, bermain catur, mahjong atau sudoku. Menurut https://projectsharetexas.com/ khusus sudoku, penelitian menyebut bahwa permainan ini bisa mencegah demensia dan Alzheimer.

Permainan Teka teki Butuh Logika - Permainan Teka-teki Butuh Logika

Bukan menciptakan ke Jepang tetapi dari Swiss

Melansir dari https://103.55.37.23/ kata sudoku, ke benak kita langsung terbayang dengan negeri sakura. Memang, kata sudoku diambil dari bahasa Jepang. ‘Su’ adalah angka, sementara ‘doku’ berarti tunggal. Namun ternyata sudoku pertama kali menciptakan tahun oleh Leonhard Euler, seorang matematikawan asal Swiss.

Euler mengembangkan gagasan tentang cara mengatur angka sehingga satu angka hanya muncul satu kali ke setiap baris atau kolom, terang laman Sudoku Essentials. Waktu itu, sudoku lebih mirip dengan proyek matematika daripada teka-teki. Tujuan awal sudoku menciptakan bukan menggunakan untuk bermain seperti sekarang.

Lalu, sudoku menyempurnakan oleh Howard Garns

Leonhard Euler memang yang pertama mencetuskan konsep sudoku, tetapi permainan sudoku modern menciptakan oleh Howard Garns. Ia merupakan seorang arsitek Amerika kelahiran 2 Maret. Teka-teki angka yang bernama sudoku ini terbitkan ke majalah Dell Pencil Puzzles and Word Games pada bulan Mei.

Pada awalnya, teka-teki ini menamai dengan “Number Place” (tempat angka). Lalu, nama ini mengubah menjadi Su Doku dan menjadi populer ke Jepang pada pertengahan tahun. Sebagaimana sekarang, sudoku berisi kotak 9 x 9 dan kita mengharuskan mengisi angka ke masing-masing kotak.

Sudoku Perkenalkan ke Jepang oleh majalah teka-teki Nikoli

Setelah populer ke Amerika, teka-teki angka ini mulai menyebar ke negara-negara lain. Permainan ini perkenalkan ke Jepang oleh Nikoli, majalah teka-teki pertama ke Jepang. Nikoli menamai permainan ini dengan Suuji wa Dokushin ni Kagiru.

Apabila terjemahkan secara kasar, artinya adalah “angka-angka yang lajang atau belum menikah”.Karena menganggap terlalu panjang, nama ini kemudian singkat menjadi sudoku. Permainan ini kenalkan oleh Nikoli lewat majalahnya pada tahun masa lalu. Saat pertama kenalkan, sudoku tidak terlalu populer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *