Gejala Awal Alzheimer yang Sering Dianggap Normal

Gejala Awal Alzheimer yang Sering Dianggap Normal

Gejala Awal Alzheimer yang Sering Dianggap Normal, – Pikun sesekali adalah hal yang wajar seiring pertambahan usia dan biasanya bukan merupakan masalah memori serius. Namun, jika kepikunan jadi menghambat aktivitas harian, Anda patut untuk mencurigainya sebagai gejala Alzheimer.

Penyakit Alzheimer merupakan kondisi penurunan daya ingat yang ditandai dengan menurunnya kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku, akibat adanya gangguan dalam otak. Penyakit ini merupakan sindrom kematian sel-sel otak di saat yang hampir bersamaan sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Sel-sel saraf otak yang mati menyebabkan sinyal sulit ditransmisikan dengan baik.

Melansir https://matkojelavic.com/, Penyakit Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif kronis, yaitu hilangnya struktur atau fungsi neuron secara progresif, termasuk kematian neuron. Penurunan yang terjadi biasanya dimulai perlahan dan secara bertahap memburuk seiring waktu.

Menurut sebuah studi dalam “British Medical Journal” tahun 2009, sekitar 60-70 persen demensia disebabkan oleh Alzheimer.

Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa Alzheimer dan penyakit terkait demensia menempati lima peringkat teratas penyebab kematian di dunia, dengan total 1.296 kematian tahun 2016.

Jumlah total penderita demensia diproyeksikan mencapai 82 juta jiwa pada tahun 2030 dan 152 juta jiwa pada tahun 2050. Hal ini menjadikan Alzheimer dan penyakit terkait demensia lainnya sebagai penyakit yang perlu diantisipasi.

Biarpun fakta mengatakan demikian, tampaknya masih banyak dari kita yang belum mengenal penyakit neurodegeneritif kronis ini. Alzheimer memang penyakit terkait usia, tetapi tidak semua orang tua terdiagnosis penyakit ini.

Menurut “European Journal of Neurology” tahun 2007, gejala awal Alzheimer sering kali disalahpahami sebagai gejala penuaan normal.

Sulit mengingat sesuatu

Kamu patut waspada kalau sering mengalami kesulitan dalam mengingat sesuatu, terutama kejadian yang baru saja terjadi. Pasalnya, gejala awal Alzheimer yang paling umum adalah hilangnya memori yang berakibat pada sulitnya mengingat informasi yang baru dipelajari.

Penderita Alzheimer sulit mengingat tanggal acara penting, sering mengulangi pertanyaan yang sama, hingga membutuhkan alat bantu untuk mengingat.

Menurut sebuah laporan dalam “Drug Effectiveness Review Project” tahun 2012, kelupaan yang normal adalah kelupaan yang terjadi sesekali. Misalnya lupa nama seseorang yang baru dikenal atau lupa dengan janji, tetapi nanti orang tersebut bisa mengingatnya kembali.

Salah meletakkan barang dan kehilangan kemampuan untuk menelusuri kembali langkah-langkah

Menurut keterangan sebuah studi dalam “Journal of Internal Medicine” tahun 2014, pada tahap awal, demensia atau Alzheimer akan memengaruhi memori jangka panjang penderitanya.

Seseorang yang hidup dengan penyakit Alzheimer mungkin meletakkan barang-barang di tempat yang tidak biasa. Mereka mungkin kehilangan barang dan tidak bisa mengingat langkah-langkah untuk bisa menemukannya lagi. Mereka mungkin juga akan menuduh orang lain mencuri barang yang tak bisa ditemukan tersebut, terutama saat penyakit berkembang.

Pada kasus penuaan normal, seseorang mungkin salah meletakan barang dari waktu ke waktu. Namun, dia akan mampu menelusuri kembali langkah-langkah untuk menemukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *