Begini Hukum Vaksin Ketika Puasa Menurut MUI – Vaksinasi COVID-19 masih akan dgeber seiring bulan Ramadhan 2021. Terkait hukum vaksin ketika puasa, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan, puasa tak seharusnya menjad alasan untuk masyarakat menghindari vaksin COVID-19. dotdotdot.me

pengurus mui jalani vaksinasi covid 19 6 169 - Begini Hukum Vaksin Ketika Puasa Menurut MUI

“Hari ini kemampuan tracing, testing, dan treatment itu sudah sedemikian optimal dusahakan pemerintah. Vaksinasi sudah jalan, kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol juga sudah jalan,” ujar Ketua Bidang Fatwa MUI Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA dalam konferensi virtual oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (12/4/2021).

Meski sama-sama berlangsung d tengah pandemi, ibadah puasa tahun ini tak bisa dsamakan dengan tahun lalu. Pasalnya tahun ini, ibadah puasa dlakukan beriringan program vaksinasi yang tengah dgencarkan pemerintah.

Ni’am menegaskan, hukum vaksin ketika puasa tak boleh menjad penghalang upaya penanganan pandemi COVID-19.

“MUI secara sah melakukan pembahasan dan penetapan fatwa tentang vaksinasi saat puasa yang prinsipnya tidak membatalkan puasa. Artinya, puasa tidak menjad alasan untuk kita tidak dvaksinasi,” tegasnya. Begini Hukum Vaksin Ketika Puasa Menurut MUI

Ni’am menjelaskan, pendeteksian COVID-19 berupa swab pula tidak membatalkan ibadah puasa. Pasalnya, pemeriksaan ini pula sejalan dengan upaya penanganan pandemi COVID-19 yang tengah dupayakan pemerintah.

“Tes swab saat puasa apakah itu membatalkan puasa atau tidak? MUI juga telah menetapkan fatwa bahwa tes swab melalui hidung atau melalui mulut itu tidak membatalkan puasa. Karena itu sekalipun kita sedang berpuasa, kalau ada langkah deteksi misal mau perjalan dnas, swab test tetap bisa dlakukan. Ini bagian dari ikhtiar,” jelasnya.

Selain hukum vaksin ketika puasa, Ni’am menegaskan bahwa menjaga keselamatan orang lain dengan disiplin beraktivitas d kala pandemi turut menjadi bagian dari ketaatan. Misalnya, dengan tidak melakukan aktivitas ibadah i luar rumah ketika sedang tidak enak badan, atau sudah terdeteksi positif COVID-19.

“Kalau kita teledor, bahkan mengabaikan keselamatan orang dengan aktivitas tidak dsiplin, maka tentu itu dosa. Bisa jad kita puasa tapi sia-sia,” pungkas Ni’am.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *