Bahaya Malas Sikat Gigi

Bahaya Malas Sikat Gigi

Bahaya Malas Sikat Gigi, – Hayooo jangan malas untuk sikat gigi tiap pagi dan malam sebelum tidur. Karena ternyata terdapat penyakit yang tidak terduga-duga diakibatkan karena Anda malas sikat gigi, lho!

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan akibat gigi yang rusak, sikat gigi merupakan ritual yang wajib dilakukan minimal dua kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Tujuannya adalah agar kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut tetap terawat. Akan tetapi, sayangnya masih banyak dari kita yang malas menggosok gigi secara teratur. Termasuk kamu?

Kalau iya, lebih baik pikirkan lagi, deh. Karena, pengaruh kebersihan gigi bukan sebatas pada mulut, lho. Ternyata, kesehatan gigi juga bisa memengaruhi berbagai organ tubuh lainnya.

Seperti dilansir http://ratutogel.com, Apa saja bahaya yang timbul akibat malas sikat gigi? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Penyakit jantung koroner

Penyakit jantung koroner adalah kondisi yang terjadi akibat penumpukan plak di arteri jantung, sehingga mengakibatkan pasokan darah ke jantung terganggu.

Berdasarkan sebuah laporan dalam jurnal e-Gigi volume 4 No.2 tahun 2016 yang diterbitkan Universitas Sam Ratulangi, Manado, dalam beberapa penelitian secara garis besar terdapat hubungan antara penyakit periodontal (sekitar gigi) dengan penyakit jantung koroner. Kesehatan rongga mulut yang buruk menjadi salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Bakteri yang berasal dari poket periodontal dapat masuk ke dalam aliran darah selama terjadi aktivitas rongga mulut, misalnya saat mengunyah dan menggosok gigi. Infeksi dari struktur periodontal dapat mempercepat pembentukan aterosklerosis (penumpukan plak di dinding arteri) yang menjadi penyebab penyakit jantung koroner, dengan cara menimbulkan inflamasi sistemik.

2. Kanker hati

Menurut laporan dalam United European Gastroenterology Journal, terdapat hubungan antara kesehatan mulut yang buruk dan peningkatan risiko kanker saluran hepatobilier. Ditemukan bahwa hubungan yang paling kuat adalah risiko karsinoma hepatoseluler atau kanker hati.

Demikian pula dalam studi kohort prospektif besar di Finlandia dengan 29.133 peserta yang menyelesaikan kuesioner tentang masalah gigi. Ditemukan bahwa laki-laki yang merokok dengan gigi yang lebih sedikit mengalami peningkatan risiko kanker hati.

Meskipun butuh penelitian lebih lanjut, tetapi lebih baik mencegah risiko tersebut dengan rajin membersihkan gigi.

3. Meningitis

Di dalam mulut kita terdapat banyak kuman yang mungkin saja dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit tertentu.

Sebuah jurnal dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health mengatakan, komplikasi dari infeksi gigi sangat heterogen. Walaupun infeksi gigi umumnya bukan masalah yang serius, tetapi apabila mengalami infeksi saat imunitas tubuh melemah, maka akan menyebabkan penyakit komplikasi yang serius, seperti meningitis.

Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meningen, yaitu lapisan pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang. Meningitis terkadang sulit dikenali, karena penyakit ini memiliki gejala awal yang serupa dengan flu, seperti demam dan sakit kepala.

Gigi dikelilingi banyak saraf dan pembuluh darah yang terhubung ke otak, sehingga saat mengalami infeksi, otomatis keadaan saraf dan pembuluh darah juga akan terganggu dan berpotensi menimbulkan masalah pada kedua bagian tersebut. Hal inilah yang berisiko menyebabkan meningitis atau peradangan pada selaput otak dan saraf tulang belakang.

4. Karies gigi

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan bahwa hampir separuh penduduk Indonesia mengalami karies gigi.

Karies gigi atau gigi berlubang adalah suatu penyakit pada jaringan keras gigi yang ditandai dengan rusaknya email gigi dan dentin. Penyebabnya adalah aktivitas metabolisme bakteri dalam plak yang menyebabkan terjadinya demineralisasi akibat interaksi antar produk-produk mikroorganisme, ludah, dan bagian-bagian yang berasal dari makanan dan email.

Dalam sebuah studi literatur yang berjudul “Peran Makanan Terhadap Kejadian Karies Gigi” di Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas tahun 2013, disebutkan bahwa Streptococcus mutans dan Lactobacillus merupakan 2 dari 500 bakteri yang terdapat pada plak gigi dan merupakan bakteri utama penyebab terjadinya karies.

5. Gingivitis

Gingivitis atau radang gusi merupakan suatu inflamasi atau peradangan yang mengenai jaringan lunak di sekitar gigi atau jaringan gingiva. Penyakit ini sering kali tidak menimbulkan rasa sakit dan jarang diketahui oleh penderitanya.

Sebuah penelitian berjudul “Efek Pemberian Zink Pasca Scaling Root Planing terhadap Kadar MMP-8 Saliva Pada Pasien dalam jurnal B-Dent tahun 2019, disebutkan bahwa proses kerusakan jaringan diawali dengan akumulasi biofilm yang berisi massa bakteri di gigi atau di bawah margin gingiva.

Gingivitis yang tidak mendapat perawatan pada akhirnya dapat berkembang menjadi periodontitis (infeksi gusi yang merusak gigi, jaringan lunak, dan tulang penyangga gigi).

Setelah membaca artikel ini, kamu masih betah malas sikat gigi? Pikir ulang, deh. Dengan menggosok gigi secara rutin dan benar, kamu sudah bisa mencegah risiko-risiko yang disebutkan di atas tadi. Yuk, bangun kebiasaan baik dan sehat, agar kita semua terhindar dari segala penyakit!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *