Apakah Kamu Gampang Baper Ini Penjelasan Ilmiahnya - Apakah Kamu Gampang Baper? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Apakah Kamu Gampang Baper? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Di lansir dari projectsharetexas.com, kita semua pernah merasa bahagia, sedih, sedih, atau gembira. Emosi adalah bagian normal dari diri kita sebagai manusia. Setiap orang memproses peristiwa dan emosi secara berbeda. Kadang ada yang mudah marah saat tersinggung. Atau ada yang mudah menangis saat mengalami kejadian buruk.

Apakah kamu termasuk orang yang gampang terbawa perasaan alias baper, yang mudah emosional? Di kutip dari https://thenorthface.com.de/, ternyata ini ada penjelasan ilmiahnya, lho. Berikut ini ulasan lengkapnya, baca sampai habis, ya!

1. Genetik

Pertama emosi yang ada pada manusia itu adalah hal yang normal. Namun, seseorang bisa lebih emosional atau sensitif dari pada orang lain secara alami, dan ini bisa di pengaruhi oleh komponen genetik.

Berdasarkan penelitian oleh Department of Medical Psyehology, Uniformed Services University of the Health Sciences yang di terbitkan dalam jurnal Psychological Science tahun 1992 menunjukkan bahwa emosi seseorang di pengaruhi oleh genetika. Meskipun ada faktor lain yang terlihat, seperti pengaruh lingkungan dan sosial, emosi manusia bisa di pengaruhi faktor genetik yang di wariskan.

2. Kurang tidur

Kurang tidur juga bisa menjadi faktor yang dapat memengaruhi keadaan emosional seseorang. Berdasarkan sebuah laporan dalam jurnal Neurobiology of Sleep and Circadian Rhythms tahun 2017, di dapatkan hasil bahwa pola tidur yang kurang baik berhubungan dengan kontrol emosi.

Jadi, bisa di bilang kalau kondisi kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan kontrol emosi yang kurang baik.

3. Pola makan yang buruk

Merujuk pada sebuah studi dalam European Journal of Clinical Nutrition tahun 2015, telah di temukan bahwa makan makanan yang sehat (bernutrisi tinggi akan vitamin dan mineral) berkaitan erat dengan kesehatan emosional yang lebih baik.

Sebaliknya, konsumsi makanan yang tidak sehat bisa mengakibatkan kontrol emosi yang kurang baik. Jadi, bisa di simpulkan kalau asupan makanan kamu bisa memengaruhi tubuh, termasuk kesehatan mental.

4. Kurang olahraga

Semua orang tahu bahwa olahraga itu menyehatkan fisik. Ternyata dampak dari olahraga lebih dari itu, karena bisa berdampak besar pada kondisi emosional seseorang.

Sebuah penelitian yang di lakukan oleh Departemen Psikologi Universitas Harvard yang di publikasikan dalam jurnal Cognition and Emotion tahun 2017. Yang menyebutkan bahwa latihan aerobik memiliki efek terapeutik dalam mengatur emosi.

Temuan tersebut menunjukkan bila seseorang merasa kurang baik secara emosional, olahraga di atas treadmill, joging, atau latihan aerobik lainnya bisa membantu meringankannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *